jimki

Fetus dengan Massa Lidah Besar, Prosedur EXIT pada Seksio Sesarea Darurat: Laporan Kasus

Authors

  • Arya Ady Nugroho

    Divisi Fetomaternal, Departemen Obstetri dan Ginekologi, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Cipto Mangunkusumo, Jakarta
  • Damar Prasmusinto

    Divisi Fetomaternal, Departemen Obstetri dan Ginekologi, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Cipto Mangunkusumo, Jakarta
  • Ummu Hani

    Divisi Fetomaternal, Departemen Obstetri dan Ginekologi, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Cipto Mangunkusumo, Jakarta
  • Widyastuti

    Divisi Fetomaternal, Departemen Obstetri dan Ginekologi, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Cipto Mangunkusumo, Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.53366/jimki.v12i1.904

Keywords:

EXIT procedure, massa lidah fetal, seksio sesarea darurat, teratoma nasofaring, tumor vaskular

Abstract

Pendahuluan: Prosedur Ex Utero Intrapartum Treatment (EXIT) adalah teknik penting untuk mendukung fungsi kardiopulmoner janin selama seksio sesarea dengan mempertahankan sirkulasi plasenta. EXIT digunakan dalam berbagai indikasi, seperti manajemen jalan napas (EXIT-to-airway), reseksi tumor (EXIT-to-resection), dan ECMO. Meskipun prosedur ini banyak dilaporkan untuk kasus-kasus tertentu, keberhasilan pada kasus massa lidah besar dengan ketuban pecah dini sangat jarang dilaporkan. Kasus ini bertujuan untuk menambah pemahaman tentang aplikasi EXIT dalam situasi darurat dan dampaknya pada hasil neonatal.

Ilustrasi Kasus: Wanita hamil 25 tahun dengan usia kehamilan 38 minggu, didiagnosis dengan massa besar pada lidah janin. Dilakukan seksio sesarea darurat dengan prosedur EXIT untuk mengamankan jalan napas neonatus. Durasi EXIT adalah 3 menit 30 detik, dengan intubasi endotrakeal yang berhasil. Pasca-lahir, MRI mengonfirmasi massa lidah yang melibatkan otot dan vaskularisasi arteri lingual, dengan diagnosis tumor vaskular.

Diskusi: Prosedur EXIT berhasil mengamankan jalan napas neonatus dan mempertahankan sirkulasi plasenta. Kasus ini menyoroti pentingnya pendekatan multidisiplin dalam menangani massa fetal besar dan ketuban pecah dini. Keberhasilan EXIT dalam kasus ini menambah wawasan terkait penerapan prosedur ini untuk situasi darurat yang tidak terduga.

Simpulan: EXIT dapat digunakan untuk menangani massa lidah besar pada janin dengan ketuban pecah dini, memberikan hasil neonatal yang baik dengan tim multidisiplin yang terkoordinasi.

References

1. Pucher B, Szydlowski J, Jonczyk-Potoczna K, et al. The EXIT (ex utero intrapartum treatment) procedure – from the paediatric ENT perspective. Acta Otorhinolaryngol Ital. 2018;38(5):480-484.

2. Bence CM, Wagner AJ. Ex utero intrapartum treatment (EXIT) procedures. Semin Pediatr Surg. 2019;28(4):150820.

3. Kesuma Y, Surya R, Handoko T, et al. Ex Utero Intrapartum Treatment (EXIT) in a rare infantile tongue fibrosarcoma and its management dilemma. J Oto-Rhino-Laryngol Relat Spec. 2023; doi:10.1080/23772484.2023.2217341.

4. Garc L, Chimenea A, de Agustin JC, et al. Ex-Utero Intrapartum Treatment (EXIT): indications and outcome in fetal cervical and oropharyngeal masses. BMC Pregnancy Childbirth. 2020;20(1):598.

5. Lin EE, Moldenhauer AC, Tran KM, Cohen DE, Adzick NS. Anesthetic management of 65 cases of ex utero intrapartum therapy: a 13-year single-center experience. Anesth Analg. 2016;123(2):411-417.

6. Gupta A, Gupta N, Gupta G. Successful management of a large lingual foregut duplication cyst with an ex-utero intrapartum treatment procedure. Int J Surg Case Rep. 2023;102:107820.

7. Shih JC, Hsu WC, Chou HC, et al. Prenatal three-dimensional ultrasound and magnetic resonance imaging evaluation of a fetal oral mass: case report. J Matern Fetal Neonatal Med. 2005;17(5):337-340.

Additional Files

Published

2025-08-31

How to Cite

Fetus dengan Massa Lidah Besar, Prosedur EXIT pada Seksio Sesarea Darurat: Laporan Kasus. (2025). JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia, 12(1), 79-84. https://doi.org/10.53366/jimki.v12i1.904